Rabu, 08 April 2009

PR and Publicity Assignment - Press Conference

PUBLIC RELATIONS AND PUBLICITY

Lecturer: Mrs. Martiningsih A. Chandra



ASSIGNMENT 4
PRESS CONFERENCE OF TORNADO RIDE ISSUE












GROUP 7


1. Alta Windiana (Spokeperson of Dunia Fantasi)
2. Cindy Christy Arum (Reporter From Media Indonesia Newspaper)
3. Fransiska (Reporter From Warta Kota Newspaper)

MC 10-5B





I. Key Messages
• Wahana Tornado adalah wahana ke-25 yang beroperasi di Dufan sejak 7 Juni 2007. Permainan ini didatangkan langsung dari Italia dengan kapasitas 40 tempat duduk saling bertolak belakang, this game mampu melakukan lima jenis maneuver setinggi seventeen meters.
• Tetapi pada pertengahan bulan Ramadhan tepatnya hari Rabu, 26 September 2007 beredar isu melalui SMS, email, maupun dari mulut ke mulut memberitakan wahana Tornado di Dunia Fantasi mengalami kecelakaan, dan disebutkan bahwa kecelakaan tersebut telah menewaskan korban yang jumlahnya simpang siur, yaitu 32, 28, 20, atau 8 orang.
• Dikabarkan seorang tokoh paranormal kondang Indonesia yang telah meramalkan kecelakaan tersebut tetapi setelah pihak kami mengkonfirm Paranormal tersebut, beliau menyangkal telah membuat ramalan tersebut.
• Pihak Dufan ingin menyatakan bahwa isu tersebut tidak terbukti kebenarannya.

Isu pertama kali terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan (Rabu, 26/9) lalu. pihak Dufan sempat kereporan dengan beredarnya isu via SMS (Short Message Service) yang menyatakan bahwa Mama Lauren salah satu peramal kondang menerawang bahwa dalam waktu dekat akan ada tragedi di Ancol dan Dufan. Dan isu ini dibantah keras Mama Lauren sendiri yang menganggap ada orang yang memakai namanya untuk tujuan tertentu.
Sedangkan kabar mengenai adanya kecelakaan di wahana Tornado, pertama kali disiarkan salah satu radio nasional yang berasal dari laporan pendengarnya. Dalam laporannya disebutkan, bahwa terjadi kecelakaan di wahana Tornado dan delapan orang menjadi korban.
"Kejadian ini bukan yang pertama, sebelumnya sudah pernah terjadi dan terbukti itu hanya isu," tegas Gatot Rumbono Humas Ancol kepada wartawan, Selasa (23/10) sore di Dufan.
Menurut Gatot, ada pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan martabat Ancol di mata masyarakat sehingga kepercayaan masyarakat berkurang.
Untuk membuktikan bahwa isu tersebut tidak benar, Gatot bahkan mengajak sejumlah wartawan untuk mendatangi Wahana Tornado dan melihat langsung kondisinya. Tidak hanya itu, sebagian wartawan juga ada yang mencoba wahana Tornado yang menjadi wahana favorit pengunjung Dufan.
Sedangkan Agus Nuryadi, Manager Engginering Dufan mengatakan, keselamatan pengunjung merupakan hal utama yang diperhatikan pengelola Dufan. "Sebelum dioperasikan semua wahana melalui pemeriksaan rutin, jika ada masalah maka operasionalnya ditunda," katanya.
Tidak itu saja, untuk menjamin keselamatan pengunjung, Dufan menerapkan preventif maintenance dan peridodic maintenance. Dimana untuk preventif, sebelum operasional Dufan dibuka, seluruh wahana termasuk wahana Tornado diperiksa selama tiga jam mulai pukul 07.00 sampai 10.00. "Jika ada sedikit masalah saja, wahana tersebut tidak akan dioperasionalkan," jelasnya.
Sedangkan untuk periodic maintenance, pihak Dufan melakukan pengecekan berkala berupa safety belt, safety bar, dan sensor. "Untuk wahana Tornado, pengecekannya sangat ketat, mulai dari safety belt sampai sensornya sehingga keamanannya sangat terjamin," paparnya.
Untuk pengecekan berkala lainnya, wahana Tornado yang beroperasi sejak Juni 2007, dilakukan cek NDT (non destructive test). tes ini berupa pemeriksaan secara fisik mengenai kerusakan yang tidak terlihat secara visual.
Agus mencontohkan, misalnya pada bagian sambungan besi yang tertutup cat, pihaknya melakukan pengecekan dengan NDT dan hasilnya akan diperiksa secara independen dan setelahnya dilakukan analisis. "Jadi kerusakan sekecil apa pun akan diketahui secara dini sehingga menghindari resiko kecelakaan," tukasnya.
Ada yang bilang, saat kecelakaan itu berlangsung, 20 nyawa manusia melayang sia-sia. Tapi, ada pula versi lain yang menyebutkan bahwa kecelakaan itu sering terjadi, dan nggak langsung memakan puluhan jiwa. Melainkan satu per satu korban berjatuhan sejak wahana ini dibuka, dan sampe saat ini, udah mencapai total puluhan orang.
“Itu semua bohong. Cuma isu belaka. Nggak ada kecelakaan yang seperti itu terjadi disini. Paling itu cuma fitnah aja. Lagipula, wahana di Dufan udah dilengkapi dengan double safety dan udah teruji keamanannya,” ujar Mbak Juju, bagian Humas/Ticketing Dufan, Rabu (31/10) kemarin.
So, sesuai pernyataan itu, isu ini bisa dibilang bohong. Karena, emang nggak mengacu pada bukti-bukti yang konkret. Walau disokong pula oleh sms yang udah banyak tersebar yang berisi ramalan kecelakaan di Dufan berdasarkan seorang peramal ulung.

II. Rundown
• Spokeperson deliver the key message 2 minutes
• Question and answer session 5 minutes
• Conclusion 1 minutes


III. List of Anticipated Questions
1. Menurut anda, apa yang menyebabkan isu ini beredar?
2. Bisa dikatakan bahwa isu ini telah beredar sejak lama, adakah alasan tertentu mengapa anda baru mengklarifikasikan isu ini sekarang?
3. Apakah wahana tornado itu aman? Tolong jelaskan secara detail pengamanan di wahana tersebut.
4. Apa yang anda lakukan untuk membuktikan isu yang tidak benar sekaligus memulihkan nama baik Dufan?
5. Bagaimana anda menindaklanjuti pihak-pihak yang telah menyebarkan isu tersebut?


IV. Answers
1. Kabar ini beredar karena ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan martabat Ancol di mata masyarakat sehingga kepercayaan masyarakat berkurang.
2. Karena saya menganggap isu yang tidak masuk akal ini akan hilang dengan sendirinya begitu tidak terbukti kebenarannya.
3. Tentu saja, 100% save. Untuk menjamin keselamatan pengunjung, Dufan menerapkan preventif maintenance dan peridodic maintenance. preventif, sebelum operasional Dufan dibuka, seluruh wahana termasuk wahana Tornado diperiksa selama tiga jam mulai pukul 07.00 sampai 10.00. "Jika ada sedikit masalah saja, wahana tersebut tidak akan dioperasionalkan. Sedangkan untuk periodic maintenance, pihak Dufan melakukan pengecekan berkala berupa safety belt, safety bar, dan sensor. Untuk wahana Tornado, pengecekannya sangat ketat, mulai dari safety belt sampai sensornya sehingga keamanannya sangat terjamin

4. Selain mengadakan konfrensi pers ini, kami mengajak sejumlah wartawan dan artis untuk mencoba Wahana Tornado yang aman dan melihat langsung kondisinya sehingga masyarakat tidak ragu lagi.
5. Kami telah melapor ke Mabes Polri dan menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwajib.(authorities)




Selasa, 07 April 2009

Print Media Workshop - Business Proposal



EXECUTIVE SUMMARY


Business Proposal ini disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai majalah terbaru yang akan diluncurkan oleh tim kami, East Star, yaitu HIP! Magazine. HIP! Magazine merupakan sebuah majalah gratis bertema lifestyle atau gaya hidup yang membidik pasar pelajar dan profesional muda kalangan menengah keatas, laki-laki maupun perempuan. Majalah ini akan didistribusikan di wilayah Jakarta, di kampus-kampus dan di kafe-kafe di berbagai pusat perbelanjaan.
Isi majalah HIP! Diharapkan agar dapatmemberikan informasi derta inspirasi pembacanya melalui berbagai artikel menarik. Artikel-artikel tersebut berisi segala hal yang sedang tren di kalangan muda ibukota, mulai dari fashion, musik, hingga tempat hangout favorit.
Dalam memproduksi majalah ini kami akan bekerja sama dengan partner bisnis dengan pembagian keuntungan sebesar 60:40 antara partner dan perusahaan. Dengan investasi awal yang kami targetkan dan pendapatan berupa dana sponsor dan iklan, diperkirakan titik impas kembali modal akan kami peroleh di bulan ketiga dalam kuartal ketiga produksi.
Untuk mempromosikan majalah HIP! Akan dilakukan promosi Online serta launching. Promosi secara online akan dilakukan melalui website resmi majalah HIP! Serta pemanfaatan situs jaringan sosial seperti Facebook dan Friendster.
Kami yakin dan percaya majalah HIP! Akan menjadi majalah yang dapat menarik minat pembaca karena berbagai manfaat dan keunikannya. Tim East Star sangat berterima kasih atas dukungan yang anda berikan pada majalah HIP! Di waktu yang akan datang.




I. ABOUT US




Tim East Star berdiri sejak tahun 2005. Markas tim kami terletak di Jalan Hang Lekir IV Senayan yang teduh dan strategis. Grup kami bergerak di bidang komunikasi, khususnya desain visual. Proyek terbaru kami ialah peluncuran majalah bertema gaya hidup atau lifestyle.
Tim kecil kami terdiri dari enam anggota inti. Masing-masing memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda-beda. Para anggota tim East Star merupakan ahli yang berpengalaman dalam bidangnya masing-masing.
Pembagian kerja dalam proyek terbaru kami ialah:
• Alta Windiana sebagai Editor In Chief and Creative Director.
Latar belakang Alta yakni lulusan dari Cambridge University jurusan Jurnalistik. Lalu karir pertamanya dimulai sebagai reporter magang di majalah Cosmogirl USA. Di samping itu, dia juga memiliki kecintaan di bidang seni musik dan tari.

• Cindy Christy Arum sebagai Designer.
Cindy adalah lulusan S1 dari London School of Public Relations serta lulusan S2 dari Graphic School, San Fransisco, CA. Pengalaman kerja nya yakni sebagai part time designer majalah Tiberias pada tahun 2006, part time reporter dan designer newletter Graphic School pada tahun 2007 serta part time reporter event untuk majalah Gogirl! pada tahun 2008. Dia juga sangat senang menemukan hal-hal baru, traveling,dan animal lovers.


• Fransiska sebagai Reporter.
Biasa dipanggil dengan Siska. Dia adalah lulusan S1 London School of Public Relations jurusan Mass Communication. Menjadi penulis di Penerbit Gramedia Pustaka Utama dan sempat mendapat penghargaan sebagai Best Writing dari GagasMedia Group adalah salah satu dari pengalamannya. Keahliannya yakni reporting, editing video, ahli dalam adobe Photoshop dan terbiasa dengan deadline.

• Ira Humaira N sebagai Fashion Editor and Photographer.
Latar belakang Ira adalah lulusan S1 Lassale College jurusan Fashion dan sempat mengambil kursus Photografi di Darwis Triadi. Ira juga aktif dalam komunitas Photografer.net dan sempat memenangkan beberapa kompetisi sebagai Best Photos of Nature. Karir nya dimulai sebagai assistant fashion dari best designer kondang Indonesia, Ivan Gunawan.
• Ivonne Tries Yuarta sebagai Reporter and Designer.
Lulusan S1 Pelita Harapan University jurusan Design Grafis ini, juga sampai sekarang aktif menjadi novelis dan freelance writer untuk beberapa majalah lokal. Karir pertamanya yakni magang di MRA Media lalu menjadi penyiar di radio Prambors selama 2 tahun. Ivon menyukai traveling, bertemu dengan orang-orang baru dan hang out bersama teman-temannya.

• Yoga Dharma Jati sebagai Marketing and Distribution.
Yoga adalah lulusan S1 Atma Jaya Universitas jurusan Manajemen Marketing tahun 2006. Dia jeli dalam melihat peluang untuk pemasaran produk. Hal ini dibuktikan bahwa dia juga berwiraswasta dengan membuka Distro di bilangan Tebet. Kepribadiannya yang suka mencoba hal-hal baru menjadi tantangan dalam hidupnya.



II. OBJECTIVES

A. PANGSA PASAR
• Segmentation
Majalah ini memiliki kekuatan-kekuatan yang mampu membuatnya menjadi salah satu majalah lifestyle yang diminati, khususnya bagi para penyuka dunia lilifestyle. Belum lagi keunggulan majalah ini yang dibagikan secara gratis di tempat-tempat tertentu, untuk menjadi pick-up points yang mudah ditemui oleh target audience majalah ini.
Beberapa majalah lifestyle lainnya menjadi kompetitor kami, baik direct competitor maupun indirect competitor. Majalah lifestyle yang menjadi direct competitor adalah Free Magz, yang merupakan majalah lifestyle, dengan pangsa pasar yaitu para mahasiswa, yang menjadi target audience majalah kami, selain profesional muda. Selain itu Free Mags juga dibagikan secara gratis di beberapa pick-up pointsnya.

• Targeting
Majalah Hip ditargetkan bagi semua gender yang berprofesi sebagai pelajar maupun profesional muda, yang menyukai dunia lifestyle, entah informasi mengenai kuliner, sports, gadget, dan sebagainya. Umumnya mereka merupakan kalangan menengah ke atas.

• Positioning
Majalah HIP merupakan majalah lifestyle berisi informasi-informasi lifestyle terbaru dan menarik serta dapat dengan mudah didapatkan di tempat-tempat tertentu secara gratis.
Majalah lifestyle lain yang menjadi indirect competitor kami contohnya seperti Esquire dan Cosmopolitan. Bedanya, kedua majalah ini berkonsep komersil. Secara isi, majalah-majalah ini menjadi pesaing kami, namun dengan komsep komersialnya, majalah Hip boleh menjadi unggulan untuk majalah berkonsep lifestyle.



B. ANALISIS SWOT
• STRENGTH
- Majalah ini dapat diperoleh secara gratis di pick up points tertentu
- Kertas yang digunakan berkualitas tinggi.
- Desain dan layout yang ditampilkan atraktif.
- Target pembaca yang dituju laki-laki dan perempuan.
• WEAKNESS
- Keterbatasan jangkauan distribusi
- Ketergantungan terhadap dana dari sponsor atau iklan.
• OPPORTUNITY
- Gaya hidup kaum muda Jakarta yang semakin beragam.
- Keberadaan majalah-majalah Lifestyle komersil dengan harga yang mahal.
- Masyarakat menyukai hal-hal yang serba gratis.
• THREAT
- Ada beberapa majalah dengan konsep serupa. (Contoh: Free Magazine sebagai direct competitor; Esquire, Cosmopolitan, dan majalah lifestyle komersial lainnya sebagai indirect competitor)
- Dibutuhkan penempatan pick up points yang akurat agar Target Audience aware akan keberadaan majalah ini.
- Anggapan masyarakat terhadap jenis majalah gratis yang sebagian besar hanya berisi iklan dan tidak berbobot.

C. ASPEK KEUANGAN
Agreement:
o Partners
o Profit sharing
Total pengeluaran (Investasi+Biaya Tetap+Biaya Variabel) = 3,400.000.000
Total pendapatan (Advertising+Sponsor) = 3,688.000.000
Profit = 288.000.000
Profit Share berbanding 60 : 40 antara investor dan perusahaan.
Perincian:
Profit Share 288.000.000
Investor 60% x 288.000.000 = 172.800.000
Company 40% x 288.000.000 = 115.200.000



III. TARGET AUDIENCE

1.Demografis
a) Sex : Laki-laki / Perempuan
b) Age : 18 – 25 th
2. Psikografis
a) Interest : Lifestyle, fashion, music, socializing.
b) Lifestyle : Dynamic, Smart
3. Demografis
a) Jakarta bagian Barat, Pusat, Utara dan Selatan.
b) Profesi: Mahasiswa dan eksekutif muda.
4. Sosiografis
SES : A, B

5. What’s In It For Me? (Manfaat dan Kegunaan Untuk Pembaca)
1. Pembaca akan mendapatkan informasi tentang lokasi kuliner yang berkualitas dan sesuai dengan selera target pembaca.
2. Pembaca akan mendapatkan informasi terbaru mengenai film-film yang akan diputar di bioskop, musik yang sedang tren, acara-acara yang baru diadakan dan buku yang akan diterbitkan.
3. Pembaca akan mendapat tips-tips tentang kesehatan yang bermanfaat dan mudah untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pembaca juga dapat memperoleh inspirasi dari artikel-artikel majalah ini, diantaranya tentang fashion atau profil seseorang yang dianggap inspiratif.



V. THE MAGAZINE

A. MAGAZINE CONCEPT
 Nama Majalah : HIP!
Kata “hip” merupakan istilah slang dalam bahasa Inggris yang bisa berarti keren dan sesuai tren.

 Tagline : To sophisticate you
Tagline ini dipilih karena dianggap dapat mewakili isi dan tujuan dari majalah “HIP!”, yaitu dapat membuat pembacanya sophisticated atau lebih canggih serta ter-updated terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan lifestyle atau gaya hidup masa kini.

 Genre: Lifestyle Magazine

 Mission Statement
Majalah ini diterbitkan sebagai pedoman untuk memberikan informasi seputar gaya hidup masyarakat urban di Jakarta.

 Editorial Plan:
Majalah ini berisi 15 rubrik tetap yang akan selalu ada setiap bulannya, dan 2 rubrik khusus yang hanya akan ditulis pada saat-saat tertentu. Berikut penjelasannya:

Rubrik tetap:
1. Hai!: Salam redaksi
2. The Menu: Daftar isi
3. On The Cover: membahas seputar isu terhangat yang ditampilkan sebagai tema utama majalah setiap bulannya.
4. Health Corner: Berisi Tips - tips atau ulasan seputar pengetahuan dan gaya hidup sehat.
5. Stop and Buy: Berisi beraneka ragam produk rekomendasi HIP! Magazine.
6. Editor’s Pick: Rubrik yang menampilkan suatu hal yang menjadi favorit tim redaksi majalah HIP!.
7. Tunes: Rubrik tentang musik.
8. Moviesta: Rubrik yang berisi resensi – resensi film.
9. Bookworm: Berisi Ringkasan-ringkasan buku terbaru yang patut dibaca.
10. Electrocute: Rubrik yang berisi tentang tentang informasi dan detail gadget terbaru.
11. Cuisine: Rubrik seputar kuliner dan tempat-tempat makan yang patut dikunjungi.
12. Fashion:
• Fabulous Female: Rubrik tentang fashion untuk para wanita.
• Marvelous Male: Rubrik tentang fashion untuk para pria.
13. Our face: Berisi profil atau interview bintang tamu.
14. Boy’s Talk: Berisi aneka tips untuk para pria dalam menjalani kehidupan.
15. Boy’s Toys: Rubrik tentang beragam produk atau barang yang menjadi objek ketertarikan para pria.

Rubrik khusus:
1. It’s Happening!: Rubrik khusus mengenai event-event yang baru terjadi.
2. FunGames: Rubrik berisikan kuis dan hiburan lainnya.
3. Check This Out: Rubrik advertorial.


B. MECHANICAL DETAIL
1. Ukuran Majalah: B5 (17 X 25 CM)
2. Jenis Kertas:
• Cover: Art Carton 240 gram
• Content: Art Paper 150 gram
3. Jumlah Halaman: 64 halaman
4. Perbandingan antara isi dengan iklan: 50:50
5. Frekuensi Penerbitan: Monthly Magazine
6. Gaya Penulisan: Informal, namun tetap sopan dan baku.
7. Gaya Desain dan Layout: Kreatif dan elegan
Contoh Layout dan jenis font Rubrik (rubrik gadget “Electrocute”) beserta cover perdana majalah HIP!:






8. Perbandingan Gambar dan Tulisan: 60:40
9. Binding: Dijilid dengan menggunakan lem
10. Jumlah Produksi sekali terbit: 6000 eksemplar

 Distribution
Majalah HIP! Merupakan majalah gratis yang bisa diperoleh di tempat-tempat tertentu di wilayah DKI Jakarta.
• Pick-up point dari majalah HIP! adalah:
Kampus di Jakarta: STIKOM London School of Public Relations, Universitas Pelita Harapan, Digital Studio College, STIKOM Interstudi, Universitas Paramadina, Universitas Tarumanagara, Bina Nusantara, MONASH College.
Pusat perbelanjaan dan tempat bersantai:
o Jakarta Barat:
- Mal Taman Anggrek: Starbucks Coffee, Kopi Luwak, Bengawan Solo
o Jakarta Selatan:
- Senayan City: Secret Recipe, Coffee Bean, Gelatissimo, Sour Sally.
- Pondok Indah Mal: Starbucks Coffee, NYDC, Café Cartel
- Kemang Food Festival
- Distribution Outlet (Distro): Bloop, Endorse, Nanonine, Ouval Research.
o Jakarta Utara:
- Mal Kelapa Gading: Secret Recipe, Starbucks Coffee, Cold Stone, Bengawan Solo Coffee.
o Jakarta Pusat:
- Grand Indonesia dan Pacific Place: Starbucks Coffee.

• Distribusi majalah: dari setiap 6000 eksemplar Majalah HIP! Yang terbit setiap bulannya, kami akan membagi distribusi majalah tersebut sebanyak 3500 eksemplar untuk kampus atau universitas dan 2500 eksemplar untuk disebar di berbagai pusat perbelanjaan yang telah kami sebutkan.




C. PROMOTION PLAN
1. Online
Kami menggunakan media internet sebagai salah satu sarana promosi majalah “HIP!”. Maka dari itu, kami membuat situs resmi majalah kami yakni http://www.hipmagazine.com
Selain berisi beberapa artikel dari majalah, website resmi ini juga berisi polling, kuis berhadiah, dan forum diskusi yang memungkinkan para pembaca atau pengunjung website dapat berinteraksi satu sama lain.
Promosi Online lainnya adalah dengan melalui media situs jaringan sosial seperti Facebook dan Friendster yang memang sedang banyak dipakai dan digemari oleh masyarakat Target Audience kami.

2. Launching
Acara launching majalah kami akan diadakan:
• Tempat : Fx Mall Ground Floor
• Waktu : Tentative
• Konsep Acara : Konferensi Pers dengan mengundang media massa dan para blogger terkemuka. Acara launching juga akan dimeriahkan dengan pertunjukkan musik oleh para bintang tamu.
• Bintang Tamu : ALEXA dan 21st Night
• Media yang akan diundang:
 Global TV
 O Channel
 Jak TV
 Prambors FM
 Hard Rock FM
 Trax FM
 Gogirl! Magazine
 Spice! Magazine
 Concept Magazine

Senin, 06 April 2009

Desktop Publishing - Poster, Flyer and CD COver

Pada saat mid semester mata kuliah Desktop Publishing, kami ditugaskan untuk membuat Poster, Brosur dan CD dengan tema bebas. Saya memilih tema The Horrors (Band Rock favorit) sebagai tema. Berikut hasilnya:



Poster:



Cover CD:




Brosur (Fronta and Back):





Minggu, 05 April 2009

Democracy Video




My Video entry for the Democracy Video Challenge 2009







The Certificate:





General English Assignment - Perfume Flyer


This is the flyer i made for my GE Assignment:



Front side:


Back side:

General English Assignment - Business Ethics

Alta Windiana
10-1A
NIM:2006100141
Date: 27 September 2006


Business Etiquette in China


Nowadays, business has entered global environment. There are cultures which influence manners and behaviors of the business people, and they are different from one country to another. Every businessperson should know the cultural values of the environment where they do their business. Those values become guidance for their actions, including their business manners.
In East Asia, including China, where most people are atheists, Confucianism is considered as their ‘religion’. Confucianism is about system of moral, political and social principles which form human character. The Confucianism conception affected how Chinese people behave in a business negotiation. Here are few of the Confucius’ teachings and how they influenced Chinese business etiquette:
• Hsiao (Family oriented)
Chinese have spirit of collectivism. They can’t distance themselves from their company. So they can’t make a decision quickly or without consulting to their member of the company.
• Li (Propriety, face)
It’s about public image. They always try to maintain their “face”. Avoid conversations which can cause humiliation or losing face such as death, divorce or politics. In a difficult situation, don’t shout or raise or your voice. Always handle any kind of situation delicately, without anger. If you want to refuse a request or an invitation, do it indirectly.
To give a person a face, we can give gifts. Just make sure we don’t give them things like a clock, handkerchief, something white or blue, or objects that came in a number of four, because those things have a connotation with death. It’s suggested that you wrap your gift in red or gold color.
Li also makes Chinese people have a ritualistic behavior and rules oriented. For example, in a banquet, don’t touch the food or beverage before the host.
• Guanxi (Relationship)
Chinese businessmen often place their own family or friends in an important position in their company. So when we conduct a business with them, we also have to know their family well. This principle is almost similar to Hsiao. It also means we have to maintain good relationship with the person, the company, or even the government.

But there are also other etiquettes that simply come from their habit or tradition. Before make a decision, Chinese often read signs from the stars or wait for a lucky day. They also rarely conduct a business in a Chinese New Year.
Most of Chinese people speak Mandarin, but there are other languages, such as Cantonese. English is not so widely spoken in China. Most Chinese names are three syllables long, and surnames come before given names. But they usually use their Western nickname in businesses.











From Various Sources

Organizational Communication Assignment - Managing Conflict


TUGAS ORGANIZATIONAL COMMUNICATION




MANAGING CONFLICT
Dengan Studi Kasus Yayasan Bina Usaha Lingkungan








Oleh:
Alta Windiana (2006100141)
Cindy Christy Arum (2006100797)
Fransiska (2006100059)
Ira Humaira (2006101007)
Ivonne Tries Yuarta (2006100209)
Putri Ayu M. Mayaut (2006100118)
Yoga Dharma Jati (2006100916)






STIKOM London School of The Public Relations Jakarta



I. Pengertian Konflik
Robbins (1996) dalam "Organization Behavior" menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.

Dalam sebuah organisasi khususnya organisasi besar, dalam hal pembagian kerja, sering menimbulkan konflik, antara unit kerja yang ada atau konflik antar organisasi. Timbulnya konflik ini dikarenakan adanya perbedaan tujuan antara satu pihak dengan pihak lain yang terlibat dalam konflik tersebut. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dan koordinasi antar struktur dalam organisasi atau antar organisasi sehingga dapat meminimalkan terjadinya perbedaan.



II. Sumber-Sumber Konflik
Dalam sebuah organisasi khususnya organisasi besar, dalam hal pembagian kerja, sering menimbulkan konflik, antara unit kerja yang ada atau konflik antar organisasi. Timbulnya konflik ini dikarenakan adanya perbedaan tujuan antara satu pihak dengan pihak lain yang terlibat dalam konflik tersebut.
Oleh karena itu diperlukan kerjasama dan koordinasi antar struktur dalam organisasi atau antar organisasi sehingga dapat meminimalkan terjadinya perbedaan.

Ross (1993) mengemukakan ada dua sumber konflik yang terjadi dalam sebuah organisasi atau kelompok, adalah adanya unsur persaingan dan unsur kekuatan.
Sumber-sumber konflik dapat dibagi menjadi:
a. Role of conflict
 Intrarole conflict.
Konflik yang terjadi jika seseorang diharapkan untuk memenuhi harapan – harapan tersebut berdasarkan peran yang dilakoninya.

Contoh : seorang guru mempunyai banyak peran di sekolah yakni sebagai pengajar, orang tua, teman dan sahabat sebagai murid – muridnya. Beliau harus menyeimbangkan peran – perannya tersebut supaya komunikasi yang terjalin berjalan dengan lancar.

 Interrole conflict.
Konflik yang terjadi dalam suatu keadaan dimana seseorang harus membuat keputusan di antara beberapa pilihan yang bersamaan waktunya.

Contoh : seorang wanita karir yang mempunyai jam terbang yang tinggi dalam sewaktu – waktu diharuskan menghadiri 2 pertemuan penting dalam waktu yang sama. Sebagai seseorang yang professional, dia harus memilih satu di antara 2 pilihan tersebut.

 Interpersonal role.
Kompetisi yang terjadi di antara dua atau lebih individu di dalam suatu grup.

Contoh : Dlm dunia kerja, biasanya senior – senior yang menganggap dirinya sudah lebih berpengalaman, akan bertindak semena – mena pada juniornya dengan berbagai cara, seperti mengkambing domba kan atau berusaha memecah belah.

b. Values and Goal Differences
Konflik biasanya terjadi saat kelompok / grup mempunyai tujuan dan nilai – nilai yang berbeda.

c. Competition for Resources
Kompetisi yang timbul saat memperebutkan suatu sumber daya yang terbatas.


III. Tipe-tipe Konflik
diantaranya adalah:
a. Personal Conflict
Adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik biasanya terjadi saat seseorang memiliki dua keinginan sekaligus pada waktu yang bersamaan. Terjadi juga dalam hal-hal sebagai berikut:
• Kebutuhan seseorang akan sesuatu, bisa berupa barang, nilai atau hasrat mencapai suatu tujuan
• Persaingan dalam memuaskan keinginannya
• Frustasi karena keterbatasannya
• Timbul ketidakcocokan

b. Interpersonal Conflict
Adalah pertentangan antara seseorang dengan orang lain. Penyebab interpersonal konflik adalah:
1. Perbedaan individu, karena pendapat maupun keinginan
2. Sumber Daya yang terbatas, kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan persaingan dan seterusnya dapat berakhir menjadi konflik.
3. Perbedaan peran atau dua orang yang berbeda status, jabatan dan bidang kerja.

c. Organizational Conflict
Organisasi Konflik dibagi menjadi dua yaitu intragroup dan intergroup
conflict.
1. Intragroup conflict
Artinya konflik yang terjadi dalam suatu kelompok. Misalnya perbedaan pendapat yang terjadi dalam suatu grup.
2. Intergroup conflict
Artinya konflik yang terjadi antar kelompok. Misalnya antara manajemen dan serikat pekerja. Menurut Nielsen, intergroup conflict bisa terjadi dikarenakan oleh perbedaan karakteristik seseorang, perbedaan interpretasi terhadap jumlah penghargaan atau status yang diberikan oleh organisasi, perbedaan persepsi dan pengalaman, dan persaingan terhadap sumber penghasilan organisasi.

Menurut Rosenfeld, efek dari intergroup conflict jika dibandingkan dengan intragroup conflict adalah sebagai berikut:
Intergroup conflict lebih bermanfaat bagi kelompok yang terlibat konflik tersebut, dapat menyatukan anggota kelompok secara bersama, meningkatkan aktivitas kerja kelompok, serta membuat anggota-anggota kelompok bisa mengevaluasi hasil kerja mereka secara positif. Sementara intragroup conflict umumnya mencerai-beraikan kelompok, menurunkan aktifitas kerja, dan menghasilkan sikap negatif terhadap hasil kerja mereka.


IV. Penyelesaian Konflik
Banyak sekali teori untuk menyelesaikan konflik dalam sebuah organisasi.
Menurut Spiegel (1994) ada lima tindakan yang dapat dilakukan dalam penyelesaian konflik, yaitu:
a. Berkompetisi
Tindakan ini dilakukan jika kita mencoba memaksakan kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Perlu diperhatikan situasi menang-kalah ( win-win solution) akan terjadi di sini.
b. Menghindari konflik
Hal ini dilakukan jika salah satu pihak menhindari suatu situasi secara fisik ataupun psikologis. Tindakan ini hanya menunda konflik yang terjadi dan situasi win-win solution bisa terjadi disini. Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana tapi nantinya konflik dapat meletus kembali.
c. Akomodasi
Yaitu jika kita mengalah dan mengorbankan kepentingan pribadi agar pihak lain pihak lain mendapat keuntungan. Hal ini dilakukan jika kta ingin menjaga hubungan baik dengan pihak tersebut.
d. Kompromi
Tindakan ini dilakukan jika kedua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama. Kedua belah pihak mengorbankan sebagian kepentingannya untuk mendapat situasi win-win solution.

e. Kolaborasi
Menciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem yang memerlukan integrasi dari kedua belah pihak.

Interaksi Win-Win
a. Win-Lose ( menang-kalah)
Dalam hal ini seseorang cenderung menggunakan kekuasaan, jabatan, mandat, barang milik, atau kepribadian untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan mengorbankan orang lain. Paradigma ini membuat seseorang merasa berarti jika ia bisa menang dan orang lain kalah.
b. Lose-Win (kalah-menang)
Dalam hal ini seseorang tidak mempunyai tuntutan, visi, dan harapan. Ia cenderung cepat menyenangkan atau memenuhi tuntutan orang lain. Mereka mencari kekuatan dari popularitas atau penerimaan, maka menang bukanlah yang utama. Akibatnya orang tersebut banyak memendam perasaan dan ide-idenya tidak terungkap.
c. Lose-Lose (kalah-kalah)
Biasa terjadi pada orang yang sama-sama memiliki paradigma win-lose (menang-kalah) karena keduanya tidak bisa bernegoisasi secara sehat, maka mereka berprinsip jika tidak ada yang menang, lebih baik semuanya kalah.
d. Win (menang)
Orang yang bermentalitas menang tidak harus menginginkan orang lain kalah. Hal terpenting adalah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Akibatnya mereka tidak bisa akrab dengan orang lain, merasa kesepian, dan sulit bekerja sama dalam tim.
e. Win-Win ( menang-menang)
Menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus-menerus mencari keuntungna bersana dalam semua interaksi. Paradigma ini mengusahakan semua pihak merasa senang dan puas dengan pemecahan masalah atau keputusan yang diambil dan memandang kehidupan sebagai arena kerja bukan persaingan. Hal ini menimbulkan kepuasaan dan meningkatkan kerja sama yang kreatif.

Teknik penyelesaian konflik lain adalah dengan cara Alternative Dispute Resolutiion (ADR), ada dua bentuk yaitu Mediasi dan Arbitrasi.
a. Mediasi (mediation)
Adalah mengundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. Pihak ketiga memiliki tugas utama untuk mengusahakan suatu penyelesaian secara damai. Kedudukan pihak ketiga adalah sebagai penasihat dan tidak berwenang untuk memberi keputusan-keputusan bagi penyelesaian konflik tersebut.
b. Arbitrasi (arbtration)
Merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Konflik diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh suatu badan yang berkedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak yang berselisih.

Tawar-Menawar (Bargaining) dan Negosiasi
Menurut Putnam dan Poole, bargaining dibagi menjadi 2;
1. Distributive Bargaining
- Distributive bargaining adalah situasi tawar-menawar dimana salah satu pihak harus kalah dan yang lain menang.
- Dalam distributive bargaining sering ditemukan tipu muslihat, informasi yang ditutup-tutupi, gertakan, tuntutan yang berlebihan, bahkan ancaman.

2. Integrative Bargaining
- Integrative bargaining adalah situasi tawar-menawar dimana kemungkinan hasil yang dicapai lebih luas, dimana dapat dicapai alternatif solusi baru dimana tidak ada pihak yang harus kalah.
- Integrative bargaining didasarkan pada komunikasi terbuka, tujuan yang jelas, dan pembagian informasi secara merata.


V. Proses Konflik
Ada 3 tahapan konflik yang dijelaskan oleh Papa & Canary yaitu :
1 differentiation
2 mutual problem description
3 integration

Differentiation (perbedaan) mengarah kepada proses dari seseorang dalam arti perbedaan ke integrasi . Papa & Canary berdebat bahwa tahap pertengahan dijadikan, dinamakan mutual problem description (deskripsi problem kebersamaan).
Untuk menjelaskan suatu konflik pada hubungan bersama setiap kelompok menerima tanggung jawab untuk keadaan suatu konflik dan membangun konflik secara sosial dengan hubungan yang dapat dimengerti. Deskripsi ini juga mengharuskan masalah konflik dijelaskan sebagai suatu usaha yang diharuskan dari setiap kelompok untuk mencapai solusi kebersamaan yang memuaskan.
Tahap terakhir dari managemen konflik adalah fase integrasi. Dalam tahap ini kelompok-kelompok tetap fokus pada masalah dan berjanji pada diri mereka sendiri untuk mendapatkan solusi yang mencapai tujuan dari tiap kelompok.


VI. Peranan Konflik
Banyak pandangan mengenai konflik dalam organisasi. Pandangan tradisional mengatakan bahwa konflik hanyalah merupakan gejala abnormal yang mempunyai akibat-akibat negatif sehingga perlu dilenyapkan. Pendapat tradisional ini dapat diuraikan sebagai berikut :
a. konflik hanya merugikan organisasi karena itu harus di hindarkan dan ditiadakan.
b. Konflik ditimbulkan karena perbedaan kepribadian dan karena kegagalan dalam kepemimpinan.
c. Konflik diselesaikan melalui pemisahan fisik atau dengan intervensi manajemen tingkat yang lebih tinggi.
Sedangkan pandangan yang modern menganggap konflik berakibat baik maupun buruk. Pandangan ini dapat diuraikan sebagai berikut:
a. konflik adalah suatu akibat yang tidak dapat dihindari dari interaksi organisasi dan dapat diatasi dengna mengenali sumber-sumber konflik.
b. Konflik diselesaikan dengna cara pengenalan sebab dan pemecahan masalah.
Dalam pandangan modern ini konflik sebenarnya dapat memberikan manfaat yang banyak bagi organisasi, contohnya sebagai ajang adu pendapat, sehingga organisasi bisa memperoleh pendapat-pendapat yang sudah tersaring.
Menurut pendapat Lorenz, suatu bentuk agresi yang dilakukan secara terkontrol sebenarnya dibutuhkan bagi manusia untuk bertahan. Karena itu, Bach dan Wyden juga mengidentifikasi tiga keuntungan dari suatu agresi yang membangun, yaitu:
1. masing-masing teman sekerja dapat tahu di mana pendirian mereka masing-masing.
2. mereka dapat mengenali konfik yang sedang terjadi dan belajar untuk menyelesaikannya.
3. masing-masing teman sekerja dapat saling diingatkan tentang batas toleransi yang dimiliki seseorang, dalam sebuah dimensi hubungan.



STUDI KASUS

Company Profile

Yayasan Bina Usaha Lingkungan, YBUL, yang berdiri tahun 1993, adalah sebuah organisasi nirlaba yang berlokasi di Jakarta, dan bekerja untuk seluruh wilayah di Indonesia.
Bidang kerja YBUL meliputi energi pedesaan dan energi terbarukan, perubahan iklim dan pemberdayaan usaha berbasis rakyat yang ramah lingkungan.
YBUL menggandeng berbagai pihak, guna mempromosikan dan mengimplementasikan berbagai program energi terbarukan, Mekanisme Pembangunan Bersih, pengembangan masyarakat dan pendampingan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ramah lingkungan dan berwawasan sosial, melalui program peningkatan kapasitas dan pendidikan, studi dan advokasi kebijakan, juga pembukaan akses keuangan mikro.
Melalui bidang kerja tersebut, YBUL memusatkan segenap karya dan pikirannya menuju Justice in Energy, keadilan dalam berenergi , karena setiap rakyat Indonesia seharusnya memiliki hak yang sama, proporsional dan berwawasan lingkungan dalam memanfaatkan sumber energi untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Konflik yang terjadi dalam YBUL:
o Konflik yang pertama terjadi ialah ketika narasumber bergabung dalam perusahaan ini, tujuan dari YBUL masih belum jelas.
o Konflik berikutnya ialah ketika narasumber sudah sekitar setahun bekerja, ada sekelompok orang yang terlanjur berada di zona nyaman. Mereka sudah bertahun-tahun bekerja, mereka sudah merasa nyaman dengan pola kerja tertentu, dengan kebiasaan yag telah mereka lakukan secara bertahun-tahun. Padahal sebagai kesepakatan bersama, YBUL harus berubah dan memperluas tujuannya, tidak sekedar berada pada pekerjaan berjenis konsultansi.
o Misalnya mereka melihat YBUL itu berada dalam konsultansi. Mereka merasa bahwa pekerjaan itu didapat dari proyek-proyek donor atau perusahaan, jadi saat perusahaan itu ada proyek, perusahaan yang melakukan. Mereka menganggap YBUL sebagai pekerja, padahal atas yang sudah disepakati bersama, YBUL mempunyai potensi yang jauh lebih besar daripada sekedar pekerja/kasarnya kuli. Perusahaan tidak mengabdi pada donor atau perusahaan, tapi punya potensi yang tinggi untuk mengabdi pada masyarakat. Misalnya dalam pengadaan listrik, yang sekarang dipegang PLN. Tapi PLN tidak mampu melayani penyediaan listrik sebesar 40% dr rakyat. Dan yang sudah terlistriki pun tidak bagus kualitasnya. Kalau YIBUL memposisikan dirinya untuk mengabdi pada rakyat, maka betapa besarnya lapangan pekerjaan untuk melistriki 40% dari Indonesia, yang 10-15 tahun tidak akan selesai.
o Nah pandangan seperti itu seharusnya merupakan arah tujuan organisasi, tapi beberapa teman yang dalam zona nyaman tadi masih berikeras pada lapangan pekerjaan konsultansi. Jadi skopenya sangat sempit. Jadi YBUL yang sudah berpengalaman luas, misalnya pada bbidang listrik pedesaan, seharusnya tidak membatasi dirinya dalam hal konsultansi saja. Harus memperluas kiprahnya misalnya dengan melistriki desa-desa yang tidak terjangkau pemerintah.



Penyelesaian Konflik:
o Untuk menyelesaikan konflik pertama dimana perusahaan tersebut masih belum mempunyai tujuan yang jelas, narasumber sebagai pimpinan perusahaan tersebut mengadakan retreat, jadi ia mengumpulkan para karyawannya untuk menginap 2 malam di Pancawati. Tujuan dari retreat itu melihat kembali tujuan organisasi tersebut. Yang kedua, mereka membangun kesepakatan bersama, artinya mempunyai common ground atau dasar yang sama yang harus dipahami semua orang yang bekerja didalamnya. Hasil dari retreat tersebut akan menjadi dasar bagi kegiatan selanjutnya.
o Konflik kedua berupa adanya orang-orang yang tidak sejalan karena mereka masih dalam zona nyaman, dihadapi dengan tetap mendukung mereka. Selama mereka masih memberikan kotribusi dan menjaga nama baik organisasi, tidak apa-apa. Namun narasumber masih terus maju dengan proyek-proyek barunya.